SATE MARANGGI

Kita semua tahu bahwa Indonesia adalah negara yang sangat kaya. Indonesia memiliki hasil kekayaan alam yang sangat melimpah, bahkan sampai ada syairnya.

Aqiqah Purwakarta, Ragam Kuliner Nusantara, Aqiqah Nurul Hayat


“Orang bilang tanah kita tanah surga

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman.”

Tentu kita ingat syarir di atas, bukan? Betul! Potongan lirik lagu berjudul "Kolam Susu" yang dinyanyikan oleh Koes Plus. Lagu yang tenar di era tahun 90-an.

Tidak hanya kekayaan alam saja yang melimpah, Indonesia dianugerahi dengan berbagai macam suku dan budaya. Terbentang dari sabang sampai merauke, masing-masing wilayah memiliki adat tersendiri, bahkan mereka memiliki bahasa daerah yang berbeda satu dengan yang lain.

Kekayaan alam yang melimpah serta keberagaman suku dan budaya membuat Indonesia memiliki banyak sekali makanan yang menjadi ciri khas dari masing-masing wilayah.

Kalau kebetulan teman-teman mampir di Purwakarta, tidak boleh sampai melewatkan lezatnya Sate Maranggi. Dilansir dari travel.kompas.com, Sate Maranggi bahkan menjadi salah satu dari delapan jajanan kaki lima favorit di dunia versi CNN, tepatnya di acara World Street Food Congress di Filipina.

Ada banyak artikel yang menerangkan tentang asal usul makanan favorit nan mendunia yang lahir di Purwakarta ini. Bahkan kalau mencari tahu, cerita tentang asal usul Sate Maranggi tidak sama loh!

Seperti yang ada di travel.kompas.com. Diterangkan bahwa Chef Haryo Pramoe kepada Kompas Travel menerangkan bahwa Sate Maranggi merupakan hasil asimilasi dengan budaya China. Chef Haryo adalah koki yang mendalami kuliner Indonesia juga pendiri Indonesian Food Channel. Ia berkata bahwa Sate Maranggi sebenarnya berasal dari para pendatang dataran China yang menetap di Indonesia, khususnya daerah Jawa Barat. Oleh karena itu, sebenarnya Sate Maranggi tidak terbuat dari daging sapi atau kambing seperti yang sekarang ada di masyarakat, melainkan daging babi.

Chef Haryo Pramoe, Aqiqah Nurul Hayat, Aqiqah Purwakarta


Salah satu indikasi Sate Maranggi berasal dari China adalah, karena bumbu rempahnya sama persis seperti dendeng babi dan dendeng ayam yang dijual di dataran China. Setelah itu, ajaran Islam mulai masuk, banyak penduduk belajar Islam dan menjelaskan bahwa daging babi haram, jadi Sate Maranggi dibuat dengan daging sapi atau kambing[1].

Berbeda dengan yang dijelaskan dalam m.ayopurwakarta.com. Diterangkan bahwa menurut pemilik Heri Apandi, pemilik rumah makan Sate Maranggi di Plered, Purwakarta, ia adalah keturunan kelima dari penemu Sate Maranggi yaitu Mak Anggi atau yang akrab dipanggil Mak Ranggi kala itu. Sate Maranggi bermula dari daging kurban berupa daging domba yang diterima Mak Ranggi. Karena pada saat itu belum ada kulkas, supaya lebih awet, daging tersebut diolah menjadi dendeng dan dicampur dengan bumbu rempah. Kemudian dimatangkan dengan cara dibakar dan ternyata rasanya cukup enak. Karena cita rasanya itulah, maka Mak Samarsih, anak dari Mak Ranggi menjajakannya di ruas Jalan. Sate yang dijual pun laris dan banyak yang menyukai rasanya, jadilah sate tersebut semakin terkenal dengan nama Sate Maranggi[2].

Sate Mak Ranggi, Aqiqah Purwakarta, Aqiqah Nurul Hayat, Aqiqah, Sate Maranggi


Berbeda lagi yang dijelaskan di sahabatufs.com. Dijelaskan bahwa para pekerja peternakan domba di Kecamatan Plered biasanya hanya mendapatkan daging sisa dari peternakan tempat mereka bekerja. Mereka pun berusaha agar daging sisa tersebut tetap terasa lezat dengan cara memotong daging domba kecil-kecil dan merendamnya di dalam racikan rempah ditambah sedikit gula aren. Bumbu ini membantu menjaga daging domba agar tetap awet dan menambah cita rasa daging domba. Cara pembuatan sate inilah yang menjadi asal usul Sate Maranggi[3].

Aqiqah Purwakarta, Kambing, Peternakan Kambing, Aqiqah, Aqiqah Murah


Bagaimana pun asal usulnya, semua tetap sepakat bahwa cita rasa dari makanan favorit nan mendunia yang lahir di Purwakarta ini memang sangat lezat dan menjadi makanan wajib saat berkunjung ke Purwakarta.

Kalau teman-teman ingin menikmati lezatnya Sate Maranggi yang sudah terkenal di seluruh dunia ini, Aqiqah Nurul Hayat jawabannya!

Kini, Aqiqah Nurul Hayat ada di Trenggalek Tugu! Aqiqah yang sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia ini selain menyediakan olahan sate dan gule, juga ada olahan Sate Maranggi loh!


Sate Marangginya sudah pasti enak banget dengan paduan olahan rempah yang sedap dan manis. Olahan sate dan gule yang biasa ada di acara aqiqah kini bisa diganti dengan olahan Sate Maranggi yang lezat.

PAKET AQIQAH

Aqiqah Trenggalek Tugu Nurul Hayat menawarkan berbagai macam paket untuk acara aqiqah. Tak hanya aqiqah saja, bisa juga digunakan untuk acara tasyakuran, arisan, dan lain sebagainya.

Tersedia dari paket masak dan kotakan, juga menawarkan berbagai macam variasi olahan selain sate dan gule. Ada sate buntel, sate pentul, kambing masak wijen, krengseng, rolade, termasuk olahan Sate Maranggi yang melegenda di Purwakarta.

HARGA KAMBING AQIQAH 2020

Aqiqah Trenggalek Tugu Nurul Hayat menawarkan harga kambing aqiqah 2020 yang beragam, menyesuaikan dengan budget dan kebutuhan. Harganya bisa diatur loh! Tergantung dengan kebutuhan acara dan paket yang diambil.

DOA AQIQAH

Tentu saja acara aqiqah tidak pernah lepas dari doa. Di Aqiqah Trenggalek Tugu Nurul Hayat sudah terjamin amanah. Saat kambing atau domba disembelih untuk aqiqah, sudah ada petugas kami yang mendoakan sesuai dengan syariat Islam.

Jadi, kalau ingin mencicipi lezatnya Sate Maranggi saat ada acara aqiqah ataupun acara lainnya, kini sudah tersedia di Aqiqah Trenggalek Tugu Nurul Hayat

Aqiqah Murah, Aqiqah Nurul Hayat, Aqiqah Trenggalek Tugu

Aqiqah Trenggalek Tugu

Aqiqah Nurul Hayat


Comments